Hatiku mati, kepasrahanku datang lagi, dan airmataku membanjiri masa depan yang tak pasti. Malamku terlalu gelap hingga ku tak bisa lelap. Meraba cahaya yang semakin senyap. Benturkan jiwa dalam pengat, yang sangat. Ampuni aku ya Tuhan, jika hati ini jarang mengingatMu. Dan kening ini tak lagi terlena. Dalam sudut malam yang damai kurasa, bercengkerama dengaMu berdua saja.
Kurindu airmata ibuku, yang berikan kekuatan dan buatku bersujud tunduk, tuk tak lagi tangisi masa depan tapi harus diperjuangkan. Kurindu tapak kaki mu ibu, tuk ajakku melangkah kedepan. Dengan harum punai ditangan dan lembutnya angin bawaku terbang. Mengejar mimpi yang sempat hilang. Maafkan keterbatasanku, tak bisa buat senyum manismu makin merekah dikala senja, hanya karena rasa yang memang tak pernah ada.