Pagi yang tidak begitu dingin membangunkan sasha dari tidur lelapnya tadi malam setelah ngobrol berjam jam dengan seseorang nun jauh disana. Pagi ini adalah hari terakhirnya dikantor yang sekarang. Surat pengunduran dirinya pun sudah rapi ia ketik dan siap untuk diberikan untuk “the three musketeers bosnya”. Sesampainya dikantor, sasha bingung ingin menyampaikan resignation letternya. huhuhuh…wajah galak dan tak bersahabat bosnya pasti akan lebih menakutkan kalau dia tahu sasha mau mundur. Bukannya GeEr, tapi memang hanya sasha yang selama ini menjadi tulang punggung bosnya untuk memberikan pelajaran berharga bagi murid-muridnya. Tapi “life must go on”, sasha akhirnya dengan penuh deg-deg an menyatakan mundur juga, meskipun dengan beribu pertanyaan yang diajukan bosnya. Plong…..lega rasanya sasha sudah mengatakan apa yang menjadi keinginannya, sekarang hanya tinggal menunggu kantor baru…
Memasuki masa baru, sasha mulai masuk ke kantor barunya didaerah senayan. Ga tanggung- tanggung diklat yang harus ia jalani selama tujuh bulan…ck..ck..ck..ck.. Tapi karena sasha sudah berniat untuk menjalaninya, maka tujuh bulan itu akan dia lalui dengan suka cita mungkin…(pikir sasha waktu itu). Hari berganti minggu kemudian menyusul bulan, tak terasa sudah hampir 3 bulan sasha menjalani diklat, sampai pada akhirnya dia harus menjalani ujian semester (diklat sih tapi kayak kuliah ajah). Tes berlalu dengan berbagai kesulitan yang sasha temui mengingat ia bukan dari jurusan yang seksi ditempat kerjanya, tapi everything is okay dengan ngemeng (yang memang menjadi keahlian sasha selama ini…hehehhe). Selesei ujian, waktunya jalan-jalan, dan Bandung menjadi pilihan dari kantor untuk menghilangkan kepenatan belajar ilmu dahsyat selama tiga bulan ini. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah, musem dan saung angklung mang ujo, sasha menemukan sesuatu yang lain, dan ia merasa sangat dekat dengan alam saat berada di tangkuban perahu. Hawa dingin yang menusuk tulang membuat sasha sedikit merindukan cowok yang selama beberapa bulan ini susah dihubunginya. Sasha kangen dengan suaranya, dengan sosoknya, juga dengan ledekan dan candaannya yang tak pernah buat sasha marah. Tapi sepertinya cowok itu sudah sangat susah untuk dihubungi, entah apa sebabnya, sasha juga tidak habis pikir. dalam hatinya, ada harapan besar yang ditaruhnya buat cowok itu, tapi gayung rupanya tidak bersambut, akhirnya sasha termenung sendirian dalam kedinginan hawa tangkuban perahu. Ah, seandainya saja, masih ada keinginan dalam hati cowok itu untuk sedikit saja memberikan kebahagiaan untuk sasha, mereka berada sangat dekat sekarang ini. Tapi sudahlah, sasha tak bisa memaksakan untuk terus berharap jika seandainya ia harus bangun dari mimpi yang tak akan jadi nyata itu. Bandung memberikan kenangan tersendiri bagi sasha yang terus ia nikmati sambil berendam dikolam air panas tempat dimana ia menginap.
Semester berikutnya sudah siap dimuali ketika sasha sudah sangat ingin pulang ke tempat ayah ibunya disolo. Libur beberapa hari saja tidak cukup baginya untuk bernostalgia menyusuri sungai bengawan solo, belanja batik dipasar klewer, makan serabi notosuman ataupun jalan jalan bareng temen-temennya dibulevard kampus yang memang meninggalkan banyak kenangan bagi hidupnya. Belum lagi keinginannya untuk bersantap malam dilesehan malioboro, nongkrong distasiun tugu sambil menikmati enaknya kopi joss, atau menengok sebentar kota gede dengan kerajinan peraknya yang hanya membuat kantongnya bolong. Sasha merasa tidak puas dengan kepulangannya kali ini, meskipun tujuan utamanya untuk ketemu keluarga sudah terlaksana. Bahkan semua keluarganya merawsa “pangling” dengan sasha yang dengan memasuki kantor baru selama 3 bulan saja, beratnya sudah bertambah 3 kilo. Makanan bertubi-tubi serta snack yang tak henti-hentinya selama diklat telah membuat sasha mendapatkan berat yang aduhai. Meskipun selalu protes dengan berat badannya, toh sasha masih belum berhasil juga melaksanakan dietnya, dan dia hanya bisa menelan nafas melihat temen-temennya yang tidak naik berat badan sama sekali..hiks..hiks.
Akhirnya selesei juga tujuh bulan diklat sasha ditempat barunya meskipun belum diakhiri dengan ujian taskap yang hampir sama dengan ujian skripsi, tapi sudahlah, toh bentar lagi sasha mau jalan-jalan ke palembang..horeeee…mau ke golden gatenya indonesia…itung-itung ngilangin stress lah. Malam ini sasha yakin bisa tidur nyenyak mengingat mau piknik.